MATALOKAL.COM, KENDARI – La Ode Tariala akhirnya angkat bicara usai dicopot dari Ketua DPRD Sulawesi Tenggara oleh DPP Partai NasDem. Anggota DPRD Sultra ini mengaku siap menjalankan keputusan partai besutan Surya Paloh tersebut.
“Apapun itu, keputusan partai wajib untuk dilaksanakan, bukan untuk diperdebatkan,” kata La Ode Tariala usai memimpin rapat Paripurna pembahasan APBD Sultra 2026 di gedung DPRD Sultra, Selasa (25/11/2025) malam.
La Ode Tariala enggan menyebut alasan dirinya dicopot karena tak menjalankan perintah partai. Ia menegaskan, seluruh tindakannya sebagai Ketua DPRD Sultra selama ini bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan kepentingan masyarakat.
“Tidak ada satu kebijakan yang saya peruntukan untuk kepentingan pribadi saya, semua untuk kepentingan masyarakat. Apa yang saya lakukan dilihat masyarakat,” tegasnya.
Sebelumnya, DPW Partai NasDem Sulawesi Tenggara (Sultra) mengusulkan Syahrul Said sebagai Ketua DPRD Sultra menggantikan La Ode Tariala. Usulan itu diketahui lewat surat bernomor 134-SI/DPW NasDem/Sultra/X/2025 pada 30 Oktober 2025.
Surat yang ditandatangani Ketua DPW Partai NasDem Sultra Ali Mazi dan Sekretarisnya Muh Tahir La Kimi meminta pergantian Ketua DPRD dan Ketua Fraksi NasDem DPRD Sultra.
Selain Syahrul Said, DPW Partai NasDem juga mengusulkan Suparjo sebagai Ketua Fraksi Partai NasDem di DPRD Sultra menggantikan Sudarmanto.
“Berdasarkan hasil rapat konsolidasi tanggal 16 Agustus 2025 dan 19 September 2025 serta hasil evaluasi internal DPW dan Fraksi Partai NasDem Sultra mengusulkan: Syahrul Said sebagai Ketua DPRD Sultra dan Suparjo sebagai Ketua Fraksi NasDem DPRD Sultra,” tulis surat DPW Partai NasDem yang beredar, Selasa (25/11/2025).
Usulan ini ditujukan kepada Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh untuk mendapatkan persetujuan dan penetapan resmi.
Sementara itu, Muh Tahir La Kimi tak menampik isi surat tersebut. Ia mengatakan, akan memberikan penjelasan terkait dinamika yang terjadi di DPW Partai NasDem Sultra.
“Isu berkembang terkait kebijakan atau keputusan politik dewan pimpinan pusat terkait posisi kader di parlemen daerah akan saya sampaikan secara terbuka kepada lembaga formal dan publik masyarakat Sultra,” ujar Tahir pada Selasa.
“Waktu dan tempat akan saya sampaikan di grup ini, yang otentiknya berkembang sesungguhnya belum lengkap. Akan saya sampaikan pada saatnya,” jelasnya.
Editor: Fadli Aksar

Komentar