160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
banner 728x250 banner 728x250

Jenazah Nelayan Dimangsa Buaya di Koltim Ditemukan Tak Utuh

Jenazah nelayan bernama Marzuki (48), dievakuasi dari Sungai Wungguloko, Kecamatan Ladongi Kabupaten Koltim usai dimangsa buaya, pada Minggu (15/10/2023) malam. (Foto: Dokumen Pos SAR Kolaka)

MATALOKAL.COM, KOLTIM – Jenazah Marzuki (48), nelayan yang hilang usai dimangsa buaya akhirnya ditemukan 890 meter dari lokasi kejadian awal di Sungai Wungguloko, Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Minggu (15/10/2023) malam.

Namun, jenazah nelayan ini sudah tak utuh, pasalnya kedua kakinya hilang akibat gigitan buaya. Tim SAR gabungan yang menemukan jasad itu tak lagi mencari potongan tubuh yang hilang itu. Jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka.

Kepala Basarnas Kendari, Muhammad Arafah menjelaskan, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia berjarak 890 meter ke arah timur dari lokasi kejadian pertama hilang.

“Korban kemudian dievakuasi di Masjid Nurul Iman Desa Wungguloko dan selanjutnya dibawa ke rumah duka menggunakan mobil ambulans puskesmas keliling,” ujar Muhammad Arafah.

Usai korban ditemukan, Tim SAR gabungan menutup operasi pencarian dan seluruh pihak yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing.

Dimangsa Buaya

Nelayan asal Desa Pekorea, Kecamatan Aere, Kabupaten Koltim menjadi korban keganasan buaya saat dirinya dan 11 rekannya hendak menjala ikan di Sungai Wungguloko. Tetapi, saat itu, jaring korban tersangkut di tengah sungai.

Korban akhirnya nekat turun ke tengah sungai hendak melepas jaring ikan miliknya yang tersangkut. Tetapi, tiba-tiba diterkam buaya berukuran besar dan membawa tubuh korban.

Rekan-rekan korban yang menyaksikan kejadian itu tak bisa berbuat banyak. Bahkan, mereka pun bergegas naik ke tepi sungai karena ketakutan dan tak mau menjadi korban berikutnya.

“Teman korban melihat Marzuki masih berada di mulut buaya. Mereka akhirnya meminta pertolongan kepada warga setempat dan Tim SAR,” ujar Arafah.

Kejadian nahas ini pun berhasil direkam video amatir warga setempat. Dalam rekaman itu, kaki korban tampak digigit hewan predator tersebut. Warga sekitar yang melihat kejadian itu pun hanya bisa histeris, namun tak bisa berbuat apa-apa.

Tim SAR gabungan yang dikerahkan akhirnya menemukan jasad korban setelah kurang lebih 7 jam dicari. Namun, korban ditemukan sudah meninggal dunia, jenazahnya sudah tak utuh.

Warga Desa Wungguloko, Samir mengaku sempat memperingati para nelayan ini agar tak mencari ikan di sungai itu. Pasalnya, sungai tersebut merupakan habitat buaya dan kerap kali memangsa manusia.

“Saya marah itu ke mereka supaya tidak menjaring ikan di sungai itu karena ada buaya. 10 menit saya tegur langsung dapat info kalau ada korban digigit buaya,” ujarnya.

Samir pun meminta BKSDA Sultra untuk mengevakuasi buaya dari Sungai Wungguloko ke tempat penangkaran. Pasalnya, warga resah dengan keberadaan buaya di sungai tersebut.

Editor: FAD5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like