160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Debat Panas Kasus Tambang di Pulau Wawonii: Direktur PT GKP Adu Mulut dengan Kuasa Hukum Warga

Kuasa hukum warga Pulau Wawonii, Harimuddin (kiri) tengah menunjuk Direktur Operasional PT Gema Kreasi Perdana (GKP) Bambang Murtiyoso saat berdebat kasus tambang di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep). Perdebatan ini berlangsung dalam acara Sosialisasi dan Konsultasi Perizinan Pemanfaatan Pulau-Pulau Kecil di Sultra yang digelar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Hotel Claro, Kota Kendari, pada Selasa (3/10/2023) siang. (Foto: Fadli)

MATALOKAL.COM, KENDARI – Debat panas terjadi saat membahas kasus tambang di Pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Sulawesi Tenggara (Sultra). Debat tersebut berujung adu mulut, bahkan nyaris adu jotos.

Debat tersebut melibatkan Direktur Operasional PT Gema Kreasi Perdana (GKP), Bambang Murtiyoso, dengan kuasa hukum warga Pulau Wawonii, Harimuddin.

Bahkan, adu jotos nyaris terjadi, ketika salah seorang warga Wawonii, Sahidin maju ke arah Bambang Murtiyoso yang juga beranjak dari kursinya hendak menghampiri Harimuddin.

Untung saja, Bambang Murtiyoso dan Sahidin dengan cepat dilerai oleh peserta yang hadir di gedung Ballroom Hotel Claro Kendari.

Debat panas hingga nyaris duel ini berlangsung saat acara Sosialisasi dan Konsultasi Perizinan Berusaha Pemanfaatan Pulau-Pulau Kecil di Sultra, di Hotel Claro Kendari, pada Selasa (3/10/2023) siang.

Acara ini digelar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dihadiri pemda kabupaten yang memiliki pulau-pulau kecil, perusahaan tambang yang beroperasi di pulau kecil serta masyarakat kawasan pertambangan.

eiPro Advetorial

Perdebatan panas ini bermula saat sesi tanya jawab usai pemaparan Kementerian ESDM. Bambang Murtiyoso bertanya lebih dulu terkait aktivitas PT GKP di Pulau Wawonii yang digugat masyarakat.

Padahal, menurut Bambang, PT GKP merupakan perusahaan tambang yang patuh membayar PNBP dan memenuhi sejumlah perizinan dari KKP. Bahkan, semua perizinan dilengkapi sertifikat.

“Di sini pertanyaan kami pak, di mana letak keadilan, yang disaat kami sedang berinvestasi dan sudah keluar biaya sangat besar di pulau ini, sudah memberikan kemaslahatan orang banyak di pulau ini,”

“Tiba-tiba kami digugat, kami disuruh keluar dari pulau ini, apakah segampang itu,” tanya Bambang. “Harus pak,” Harimuddin langsung menimpali.

Bambang lantas meminta Harimuddin sabar, karena akan diberikan kesempatan yang sama untuk bertanya. Dirinya pun melanjutkan pertanyaan ke pihak Kementerian ESDM.

Usai Bambang bertanya, moderator kemudian memberikan giliran kepada kuasa hukum warga Wawonii, dari Integrity Law Firm bernama Harimuddin untuk bertanya.

Harimuddin langsung menanggapi keluh kesah Bambang Murtiyoso tersebut. Ia meminta Bambang untuk tidak menyalahkan masyarakat Wawonii ketika menggunakan haknya untuk menggugat.

Gugatan warga Wawonii di antaranya, Perda RTRW Konkep Nomor 1 Tahun 2021, izin penggunaan kawasan hutan (IPPKH) PT GKP yang diterbitkan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK), serta izin pertambangan anak perusahaan Harita Grup itu.

“Warga Wawonii itu menggunakan hak hukumnya di sana, oleh karena itu, jangan salahkan dan jangan mengemis-ngemis, tolong kami harus ada di sini,” ucap Harimuddin menyinggung Bambang Murtiyoso.

Pernyataan ini langsung memantik reaksi teriakan dukungan dan tepuk tangan sejumlah warga Wawonii yang turut hadir. Sontak, Bambang Murtiyoso beranjak dari kursinya hendak mendatangi Harimuddin sambil berbicara.

“Bapak diam ya, bapak diam, bapak diam ya, saya tidak ganggu bapak. Bapak diam,” pinta Harimuddin sambil menunjuk ke arah Bambang Murtiyoso. Situasi pun riuh.

Bambang berdiri sambil berbicara dan menunjuk ke Harimuddin. Hal itu, membuat warga Wawonii, Sahidin tersulut dan berjalan hendak menghampiri Bambang Murtiyoso. Keduanya pun cepat dilerai.

“Bapak kalau nggak bisa diam saya usir pak, ya, saya usir ya. Duduk, uduk, satu, satu,” kata moderator diskusi sambil diikuti Harimuddin melanjutkan pernyataannya.

Editor: Fadli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like