160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Drama Penangkapan Maling Ponsel saat Salat Jum’at di Kendari: Imam Mengejar, Jamaah Ditinggal Sujud

Seorang maling ponsel bernama Wahyudin (27) babak belur diamuk massa usai kepergok mencuri saat Salat Jumat di Masjid Al Ikhwan, Jl Christina Martha Tiahahu, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, pada Jumat (22/9/2023) siang. Foto: (Istimewa)

MATALOKAL.COM, KENDARI – Beginilah drama penangkapan maling ponsel bernama Wahyudin (27) di Masjid Al Ikhwan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Jumat (22/9/2023) siang.

Pelaku berupaya menggasak 3 unit handphone dan uang tunai Rp148 ribu ketika warga tengah khusyuk menjalankan ibadah Salat Jumat di Masjid Al Ikhwan Jl Christina Martha Tiahahu, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.

Penangkapan maling itu tak biasa, lantaran Imam Masjid Al Ikhwan, Mursyid Mursi (33) harus membatalkan Salat Jumat dan meninggalkan jamaah yang sedang sujud demi meringkus sang pencuri tersebut.

Sontak, para jamaah yang tengah sujud tiba-tiba bangkit dan turut mengejar pencuri itu setelah merasa aneh imam tak kunjung melafazkan takbir.

Alhasil, seorang pelaku bernama Wahyudin, berhasil dibekuk hingga babak belur dihajar jamaah masjid. Salat Jumat yang sempat dibatalkan pun kembali diulang usai pelaku pencurian diserahkan petugas keamanan.

Aksi penangkapan tak lazim ini bermula saat sang imam Mursyid Mursi mendengar suara aneh dari ruangan takmir ketika memimpin Salat Jumat.

Mursyid berpikir tak mungkin pengurus masjid masuk ke ruangan itu, karena salat tengah berlangsung. Sehingga dirinya pun curiga, ternyata pelaku sedang mendobrak pintu.

“Tapi saya tetap imam, ambil bacaan sesuai dengan sunah. Saya ruku’ mulai makin curiga karena makin besar dobrakan itu pintu, 7 sampai 10 kali itu dia dobrak,” terang Mursyid, pada Sabtu (23/9/2023).

Dari gerakan ruku’, i’tidal hingga sujud, suara dobrakan pintu makin jelas terdengar. Pikiran Mursyid makin tak karuan hingga tak fokus memimpin mengimami Salat Jumat.

Sang Imam pun makin curiga bahwa seseorang yang mencoba membobol pintu masuk ke ruangan takmir masjid adalah maling setelah teringat bahwa pekan lalu jamaah kehilangan ponsel.

“Saya sementara sujud (raka’at) pertama, teringat kalau di ruangan itu ada ponsel, laptop, pengurus DKM (Dewan Kemakmuran Masjid), ponsel saya. Pikiran saya sudah gelisah,” kata Mursyid.

Bangkit dari sujud pertama raka’at kesatu, Mursyid mulai berpikir untuk membatalkan Salat Jumat tersebut. Seketika itu melihat tangan pelaku mengambil ponsel.

“Di situlah saya memutuskan untuk membatalkan karena darurat. Akhirnya sementara sujud, saya pergilah (mendatangi) pencuri itu,” beber Mursyid.

Sang Imam lantas menghajar maling tersebut, sebab sudah memegang 3 unit ponsel dan dompet miliknya senilai Rp148 ribu serta pengurus masjid.

Namun, pelaku melarikan diri ke arah jamaah yang tengah sujud. Sontak, para jamaah yang tengah sujud tiba-tiba bangkit dan turut mengejar pencuri itu setelah merasa aneh imam tak kunjung melafazkan takbir.

“Ketika masuk ke situ (barisan jamaah), refleks juga orang bangun, karena bunyi-bunyi. Pikirannya orang jangan sampai imam ini jatuh, karena nda bisa bangun. Adalah jamaah yang munculkan kepala langsung refleks memukul setelah saya teriak pencuri,” tandasnya.

Alhasil, seorang pelaku bernama Wahyudin, berhasil dibekuk hingga babak belur dihajar jamaah masjid. Salat Jumat yang sempat dibatalkan pun kembali diulang usai pelaku pencurian diserahkan petugas keamanan.

Kapolsek Baruga, AKP La Ode Arsangka mengatakan, pelaku dibawa ke mapolsek dalam kondisi kaki terpincang dan memar di sekujur tubuh.

“Pincang kaki sebelah kiri, sakit di bagian rusuk dan pinggang, luka di bibir dan lebah di wajah. Pelaku sudah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari,” ungkap La Ode Arsangka.

Kini, pelaku ditahan di sel tahanan Unit Reskrim Polsek Baruga untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Editor: Fadli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like