160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Mahasiswa KKN Tematik UHO Bantu Petani di Koltim Basmi Hama Kakao Lewat Penyuluhan Pestisida Nabati

Kendari – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Halu Oleo (UHO) membantu petani di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) Sulawesi Tenggara (Sultra) membasmi hama kakao menggunakan Pestisida Nabati.

Pestisida nabati ini dibuat mahasiswa KKN Tematik UHO untuk mengendalikan hama helopeltis, penggerek dan penyakit busuk buah kakao di Desa Tumbu Dadio, Kecamatan Tirawuta, Kabupaten Koltim, Provinsi Sultra.

Ketua Kelompok 2 KKN Tematik UHO di Desa Tumbu Dadio, Satria Anis Gumelar mengatakan, program ini berfokus pada penyuluhan pengendalian hama dan penyakit tanaman kakao menggunakan pestisida nabati.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Halu Oleo (UHO) membantu petani di Desa Tumbudadio, Kecamatan Tirawuta, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) Sulawesi Tenggara (Sultra) membasmi hama kakao menggunakan Pestisida Nabati.

“Karena mudah dibuat oleh petani sendiri dan ketersediaan bahan seperti daun serai, umbi hutan, sirih hutan, bawang putih, dariango, urin sapi, cukup memadai,” ujarnya Senin, (8/8/2023).

Satria menegaskan, pestisida nabati adalah alternatif yang bisa dipilih petani dalam pengendalian hama pengerek buah kakao, jika waktu dan cara pengendalian dilakukan dengan tepat.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Tunas Mekar, Abdul Rahman mengungkapkan, mayoritas penduduk Desa Tumbudadio merupakan petani kakao, sawah, sawit dan cengkeh.

eiPro Advetorial

Namun, keberadaan petani kakao di Desa Tumbu Dadio seiring berjalannya waktu kian berkurang. Lantaran beralih jadi petani padi sawah dan cengkeh karena tak bisa mengendalikan hama.

“Biasanya karena orang tidak tahu cara perawatan dan pengendalian (hama) yang baik, sehingga kadang tanaman kakaonya terserang hama atau penyakit, sehingga hasilnya tidak maksimal, akhirnya jadi bingung untuk mau diapakan lagi,” ujarnya.

Untuk itu, menurut Abdul Rahman, pembuatan pestisida nabati sangat menolong petani kakao yang selama ini kebingungan mengendalikan dan membasmi hama.

“Edukasi pengendalian hama dan penyakit serta pembuatan pestisida nabati merupakan salah satu upaya yang bisa digunakan untuk mempertahankan buah dari serangan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman),” jelasnya.

Kepala Desa Tumbu Dadio, Ameruddin menyambut baik KKN Tematik UHO ini. Ia berharap melalui kegiatan ini dapat meminimalkan risiko serangan hama dan penyakit dalam usaha tani kakao.

“Kami mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Tematik di Desa Tumbudadio. Penyuluhan pengendalian hama dan penyakit tanaman kakao menggunakan pestisida nabati ini dapat membantu petani menghasilkan buah kakao yang berkualitas unggul,” tegasnya.

Koordinator KKN Tematik UHO 2022/2023 Desa Tumbudadio, Syaiful Nur Choliq mengatakan, KKN Tematik ini terintegrasi dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh tim dosen pendamping.

“Tim dosen pendamping tersebut dipimpin oleh Dr. Weka Gusmiarty Abdullah, beranggotakan, Dr La Ode Santiaji Bande, Dr Muhaimin Hamzah, Dr Putu Arimbawa, dan Ahid Hidayat M Hum,” tandasnya.

Editor: FAD5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like