160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
banner 728x250 banner 728x250

Lolos Paskibraka Nasional, Siswa SMA asal Konawe Tiba-tiba Diganti

Kendari – Siswa SMA asal Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Doni Amansa, tiba-tiba diganti usai diumumkan lolos seleksi Pasukan Pengibaran Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional.

Doni Amansa yang diumumkan lolos Mei lalu, tiba-tiba diganti oleh siswa asal Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) bernama Wiradinata Setya Persada, disebut-sebut keluarga Gubernur Sultra Ali Mazi.

Doni Amansa mengaku, dirinya telah diumumkan lolos berpasangan dengan Nadira Syalvallah, siswi asal Kota Baubau, sebagai Paskibraka Nasional perwakilan Sulawesi Tenggara.

Dirinya pun telah mengikuti pembekalan selama 3 hari dan selanjutnya bersiap untuk dikirim ke Cibubur pada 15 Juli 2023 kemarin. Namun Doni tak bisa menyembunyikan kekecewaannya, setelah mengetahui dirinya telah dicoret.

“Kami dikumpulkan di ruangan, diumumkan nama yang lolos pertama itu saya, Doni Amansa, lulus untuk nasional, yang duanya lagi cadangan. Setelah pembekalan, bukan saya lagi yang berangkat tapi Wira,” kata Doni pada Jumat (15/7/2023).

Kabar itu pun diketahui anak petani siswa SMA Negeri 1 Unaaha Konawe ini, lewat informasi di media sosial. Bahkan hingga kini belum mendapatkan penjelasan dari panitia seleksi, yakni Badan Kesbangpol Sultra.

Atas dugaan kecurangan ini, Doni Amansa mengaku kecewa tak bisa melanjutkan cita-cita yang didambakan kedua orangtuanya.

“Perasaannya kecewa, tidak bisa melanjutkan apa yang diidam-idamkan orangtua. Tapi saya berdoa, semoga bisa melakukan yang lebih baik kedepan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Sultra, Harmin Ramba membantah siswa yang menggantikan Doni Amansa adalah keluarga Gubernur Sultra. Eks Plt Sekda Muna ini juga menolak hasil seleksi dikaitkan dengan pesanan Gubernur Sultra.

“Tidak ada hubungannya dengan Gubernur, hanya secara kebetulan dari Baubau, jangan lagi kita berasumsi, saya jamin itu. Pak Gubernur kan juga orang hukum, paham aturan jangan kita kait-kaitkan,” jelasnya.

Harmin Ramba menegaskan, panitia seleksi sudah bekerja profesional, sehingga hasilnya tidak ada kecurangan. Dirinya pun berani mempertanggungjawabkan hal tersebut.

“Fakta ini bisa dipertanggungjawabkan, dunia akhirat,” tegas Harmin Ramba.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like